Mari Berdoa untuk Kemanusiaan

Mari Berdoa untuk Kemanusiaan

Rabu, 06 Juni 2012

Pande Te’ Maar Bodok

            Manusia dianugerahkan akal budi untuk bisa memilih mana yang baik dan benar. Manusia mendapat keistimewaan dibandingkan makhluk hidup lainnya. Keistimewaan ini bukan untuk menjadikannya superior, penguasa sampai pada pembantaian makhluk ciptaan-Nya. Melainkan membangun hubungan istimewa, hubungan persahabatan yang baik dalam himpunan saya dengan engkau, engkau dengan dia, dia dengan semua ciptaan-Nya, semua ciptaan-Nya dengan saya seperti lingkaran spiral yang tak habis-habisnya, tak terputus, tak berputar dalam lingkaran setan.
Selama manusia hidup, ia memiliki gambar dan sifat-sifat-Nya. Ketika  kematian menjemputnya, tubuh yang fana seperti gambar Allah ini akan hancur, rusak, bahkan menyatu dengan tanah yang merupakan karya-Nya.
Salah kaprah membuat manusia lupa diri bahwa dia juga berasal dari tanah. Tanah tempat manusia berpijak di bumi ini, nah tanah itulah manusia.
Jelas bahwa TUHAN Allah menganugerahkan kepada manusia pelbagai amanat. Bagaimana isi amanat itu? Pertama, agar manusia menghargai, menghormati, bersahabat dan bertanggungjawab serta hidup harmonis dengan lingkungan alam sekitarnya. Tumbuh-tumbuhan memberikan udara/oksigen secara gratis dan bersih. Manusia menghirup udara, binatang-pun menghirup udara yang sama dengan manusia.
Kedua. Melalui akal budi, kebijaksanaan dan penyadaraan aksi nyata bahwa manusia juga bagian dari alam ciptaan. Alam semesta rusak, maka wajah manusia-pun ikut rusak. Punahnya tumbuh-tumbuhan dan binatang, rusaknya tanah, udara dan air maka dengan demikian manusia mulai membuat daftar antri kepunahan atas nama diri sendiri.  
Ketiga. Karena begitu besar cinta kasih TUHAN Allah akan dunia ini maka Ia telah mengaruniakan Anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Lalu bagaimana kehidupan yang kekal dalam karya  keselamatan universal Yesus Kristus?. Apa dan mengapa keselamatan universal?
Ya, keselamatan Yesus Kristus bersifat universal. Artinya Yesus bukan hanya membebaskan manusia dari kemiskinan, termarginalkan dan streotip melainkan lebih luas lagi Yesus membebaskan dalam karya selamat-Nya untuk binatang, tumbuh-tumbuhan, air, tanah, udara, matahari, bulan (garis diagonal).
Karya selamat bagi makhluk hidup yang lainnya ini melibatkan peran dan tangan dingin sang manusia. Sudahkah anda dan saya mengambil bagian dalam karya selamat-Nya bagi kelestarian hidup alam semesta?
Akal budi, kebijaksanaan mengalir dalam kepandaian manusia. Setiap dari kita berbeda kepandaian. Ada yang memiliki IQ tinggi, sedang, rendah. Ada yang memiliki kecerdasan emosional, kecerdasaan spiritual bahkan kecerdasan melakukan pendekatan menata strategi.
Untuk kecerdasan-kecerdasaan ini, maka manusia memiliki pelbagai karakter, skill dan oleh karena itu unik. Mengapa? Itulah manusia bukan satu (secara harafiah) melainkan beragam. Karena baragam maka manusia di tampung ke ‘dapur’ sekolah. Sekolah menjadi wadah perhimpunan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Setiap orang pernah mengecap dan duduk di bangku sekolah. Apapun tingkatannya.
Saking pandainya manusia, maka perilakunya seperti orang bodoh. Lihat saja pohon besar di pusat kota yang bertumbuh tinggi menjulang, lebar dengan ranting  bergeloran de-daun-an, sang batang pohon berdiri tegap, gagah perkasa menjadi  bagian ’sulap’ (baca: dibuat) cat putih oleh oknum-oknum tertentu.
Kok batang pohon di cat putih?
Hhmmm, pohon selain membuat kesejukan kota, ia juga bisa di ‘dandanin’. Tuuh di cat. Cantik, bukan?
Emang siih cantik jika dilihat dari kejauhan, samar-samar.
Bukan hanya manusia yang bisa mewarnai rambut, batang pohon juga bisa diwarnai manusia loooh hehehehe.
Tapi, tapi eeee, coba sobat lihat.
Apa itu?.
Itu tuuuh, batang pohonnya mengelupas sampai ke atas.
Iiih mengelupas, seperti kudis yaaa.,
Aduuh kasihan pepohonan ini. Ia seakan menjerit kesakitan di atas keindahan mata manusia. Lalu, mengapa manusia mencari keindahan cat batang pohon ini?
Selain menebarkan kesejukan warna batang pohon sama, di sisi lain kota ini sedang mempertahankan dan atau menargetkan menjadi kota terbesar di Indonesia. Yaa, ujung-ujungnya adipura.
Berarti selama ini kami menyakiti pepohonan?
Eeeh karu, nyaku so cat pa angko kong tenyata angko jadi saki-saki mo ba tumbuh. Depe laste so jadi ba kado karena di cat deng bahan kimia.
Biar gaga dapa lia di mata manusia  maar ternyata beking mati palang-palang  pa angko (pohon) pe badan.
Butul noh, pande te’ maar bodok ini nyaku (manusia)


Salam kenal juga Pdt Reinhard, Eeeh karu, nyaku so cat pa angko kong tenyata angko jadi saki-saki mo ba tumbuh. Depe laste so jadi ba kado karena di cat deng bahan kimia. Artinya: ooh kasihan, saya sudah cat padamu yang akhirnya kamu (pepohonan) menjadi sakit kala bertumbuh. Yang paling memprihatinkan kamu sudah jadi kudis kerena bahan kimia, cat.

Biar gaga dapa lia di mata manusia maar ternyata beking mati palang-palang pa angko (pohon) pe badan. Artinya: meskipun kelihatan cantik dalam pandangan manusia, namun dalam pertumbuhan kamu (pepohonan) mati perlahan-lahan.

Butul noh, pande te’ maar bodok ini nyaku (manusia). Artinya: betul, manusia pandai (karena berpendidikan), tetapi bodoh dalam kepandaian (melakukan kepandaian (?) . Semoga bisa dipahami.



Salam Persahabatan
Manado, 31 Mei 2012
12:00
Nency A Heydemans Maramis

Tidak ada komentar: